GI Class #131 | Membangun Budaya Kolaborasi di Sekolah: Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kerjasama Guru, Siswa, dan Orang Tua - Guruinovatif.id

Diterbitkan 27 Mar 2025

GI Class #131 | Membangun Budaya Kolaborasi di Sekolah: Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kerjasama Guru, Siswa, dan Orang Tua

GuruInovatif.id kembali mnyelenggarakan webinar nasional pada tanggal 21 Maret 2025 yang membahas topik “Membangun Budaya Kolaborasi di Sekolah: Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kerjasama Guru, Siswa, dan Orang Tua”. Materi ini dibawakan oleh Agita Violy, S.S., S.Pd., M.Pd.

Pelatihan Guru

Event Guru Inovatif

Kunjungi Profile
6x
Bagikan

[Yogyakarta, 21 Maret 2025] - GuruInovatif.id menyelenggarakan webinar nasional Guru Inovatif Class ke-131 yang membahas mengenai “Membangun Budaya Kolaborasi di Sekolah: Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kerjasama Guru, Siswa, dan Orang Tua”. Dalam webinar ini, GuruInovatif.id menghadirkan Agita Violy, S.S., S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.

Agita mengawali sesi dengan mengajukan sebuah pertanyaan “Kenapa kolaborasi itu penting?” Menurut Agita, kolaborasi yang kuat antara guru, siswa, dan orang tua berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan berkualitas.

Konsep Dasar Kolaborasi di Sekolah

Agita menjelaskan kata “kolaborasi” berasal dari bahasa Inggris “co-labour” yang memiliki makna “bekerja bersama”. Istilah ini mulai dipakai sejak masa industrialisasi pada abad ke-19. Untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal, kolaborasi menjadi kunci utama dalam hubungan antara sekolah dengan orang tua. Untuk memulai sebuah kolaborasi yang baik, keterampilan dalam berkomunikasi menjadi kunci utama.

Bahkan ketika menyusun struktur organisasi, saat kita membagi divisi hingga pembagian peran dengan orang tua, kita harus menjelaskan dengan jelas dan rinci agar tidak ada miskomunikasi.

Baca juga:
Pentingnya Kerja Sama Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan: Manfaat yang Tak Terbantahkan

Urgensi komunikasi yang baik antara guru dan orang tua

Meskipun kita hidup di zaman dengan berbagai kemudahan akses informasi, memiliki kemungkinan kita menyerap informasi yang fiktif atau hoax. Apalagi jika tidak ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan. Dalam lingkup lingkungan sekolah, hal ini bisa menyebabkan orang tua memprotes keputusan tersebut melalui sosial media. Tentunya hal ini sangat kita hindari bukan?

Dengan komunikasi antara guru, sekolah, dan orang tua akan memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Mewujudkan perilaku belajar siswa

  • Menumbuhkan sikap saling percaya antara orang tua dan guru

  • Memberikan hal positif dalam memantau perkembangan pendidikan anak

sehingga pembelajaran dapat bersinergi dan menunjang minat belajar anak.

GI Class #131 | Membangun Budaya Kolaborasi di Sekolah: Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kerjasama Guru, Siswa, dan Orang Tua

Agita turut menjelaskan dari komunikasi yang baik, akan melahirkan kolaborasi yang efektif, sebagai contoh:

  1. Guru mengajar di sekolah, orang tua mendidik dari rumah. Anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang berkesinambungan.

  2. Program dari Sekolah didukung atau mendapat support dari orang tua.

  3. Komunikasi yang transparan dapat menimbulkan rasa tenang dan nyaman pada orang tua.

  4. Orang tua yang puas dengan program sekolah akan menjadi sarana promosi yang lebih tepat sasaran.

Panduan untuk Guru dan Sekolah untuk Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Orang Tua

Selanjutnya, Agita menjelaskan mengenai sebuah panduan yang perlu dipahami oleh guru dan sekolah dalam menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua/wali siswa, yakni:

1. Respect (Menghormati)

Sebagai guru, kita tidak boleh memiliki sikap judgemental. Kita harus menghormati lawan bicara dengan perasaan yang positif.

2. Empathy (Empati)

Guru juga harus bisa menjadi pendengar yang baik, agar lawan bicara kita merasa diterima dan dihormati.

Baca juga:
Peluncuran Program Bumi Berdaya Hasil Kolaborasi Antara GuruInovatif.id dan PT Bumi Resources Tbk.

3. Audible (Dapat didengar)

Dalam menyampaikan sebuah pesan, guru juga harus bisa menjelaskan dengan bahasa yang mudah didengar, mudah dimengerti, dan sederhana.

4. Clarity (Jelas)

Masih terkait dengan penjelasan pesan, Agita merekomendasikan agar penyampaian pesan juga harus jelas dan memperhatikan kondisi lawan bicara. Karena setiap orang tua/wali siswa berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga, pesan yang diterima tidak menimbulkan multi tafsir.

5. Humble (Rendah hati)

Penyampaian pesan juga harus dilakukan dengan rendah hati atau tidak sombong. Berikan kesempatan pada orang tua/wali untuk berbicara atau merespon pesan yang mereka terima.

Panduan ini juga dapat diaplikasikan oleh guru dan sekolah dalam berbagai kanal komunikasi, baik secara verbal atau non-verbal melalui pesan singkat, sosial media, dan lain-lainnya. Karena komunikasi yang efektif itu tidak muncul secara tiba-tiba, apalagi jika guru dihadapkan dengan orang tua yang selalu menganggap dirinya yang paling benar, tidak mau dikritik, dan sebagainya.

Agita juga memberikan strategi serta pengalaman dalam menerapkan strategi tersebut untuk menjalin komunikasi yang efektif dengan orang tua/wali siswa. Simak penjelasan lebih rinci terkait strategi dalam berkomunikasi dengan orang tua siswa dalam tayangan webinar dalam tautan berikut ini!

Tertarik dengan materi-materi yang serupa? Bergabunglah menjadi anggota GuruInovatif.id untuk mendapatkan akses ke berbagai materi pengembangan kompetensi guru lainnya.

HeHIDLuQEcTKXFs7bRcA9uF3XnHl1khj67HfM9Im.jpg

Klik untuk gabung membership GuruInovatif.id


Penulis: Eka | Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

GI Class #102 | Kiat Persiapan Perencanaan E-Kinerja di PMM
4 min
Navigasi Cerdas di Lautan Digital
2 min
GI Academy #39 | Mengoptimalkan Kurikulum Merdeka: Inovasi Model Pembelajaran Terbaru
3 min
GI Academy #50 | Next Level Learning! Mendesain Pembelajaran Berbasis Gamifikasi
2 min
GI Class #124 | Peran Penting Guru dalam Pembelajaran Berbasis STEM
3 min
Digitalisasi Sekolah: Tiga Dampak Positif yang mungkin Anda Belum Ketahui
2 min
Kursus Webinar