Kelas Khusus Olahraga (KKO) merupakan kelas khusus yang melayani siswa dengan bakat di bidang olahraga. Siswa KKO memiliki kecenderungan aktivitas fisik yang berlebih. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang tertarik mengikuti pembelajaran di dalam kelas karena kelelahan, metode pembelajaran kurang bervariasi atau materi tidak sesuai minat.
Ki Hadjar Dewantara (KHD) mengatakan bahwa pendidikan harus menghargai keberagaman dan memerdekakan siswa. Artinya pendidik harus memfasilitasi pembelajaran yang sesuai dengan keunikan dan kebutuhan siswa misalnya gaya belajar. Salah satu strategi yang dapat dilakukan yaitu strategi “Melorasi” (Metode pembelajaran, Teknologi, dan Kolaborasi).
Metode pembelajaran
Metode pembelajaran menurut Reigeluch (2015) dalam Dewi (2018:46) yaitu mempelajari sebuah proses yang mudah diketahui, diaplikasikan, dan diteorikan dalam membantu pencapaian hasil belajar. Tidak semua metode pembelajaran cocok diterapkan untuk siswa. Beberapa metode yang dapat dipilih untuk proses pembelajaran di KKO di antaranya melalui metode diskusi, demonstrasi, projek, kontekstual, bermain peran, sosiodrama, atau simulasi. Contoh aplikasi pada pembelajaran biologi materi “Sistem Pernafasan” yaitu menghitung frekuensi pernafasan dengan aktivitas duduk, berjalan, atau berlari. Siswa KKO menjadi lebih tertarik karena terlibat langsung. Metode pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik dan mengaitkan dengan bidang olahraga meningkatkan minat dan mendukung terwujudnya deep learning.
Pemanfaatan teknologi
Generasi pembelajar saat ini sudah tidak asing dengan penggunaan teknologi, sehingga pendidik harus mengikuti perkembangannya untuk mengimbangi dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Alternatif teknologi yang digunakan pendidik yaitu media interaktif, artificial intelligence, atau pemanfaatan games pembelajaran. Siswa KKO telah terbiasa melakukan kompetisi, maka media games akan menarik semangat seperti pada saat berkompetisi. Pendidik dapat mengakses layanan games pembelajaran dengan mudah dan belajar melalui YouTube atau pelatihan dari Guru Inovatif.
Kolaborasi
Kolaborasi penting dilakukan pendidik dalam proses pembelajaran. Kolaborasi dapat dilakukan antar guru mata pelajaran atau lainnya. Contohnya kolaborasi antara guru matematika dengan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yaitu, mempelajari sudut tendangan permainan sepak bola dan memasukkan bola basket ke ring.
Penyunting: Putra