[Yogyakarta, 14-15 Maret 2025] - GuruInovatif.id menyelenggarakan workshop nasional bersertifikat Guru Inovatif Academy ke-50 yang membahas mengenai topik “Next Level Learning! Mendesain Pembelajaran Berbasis Gamifikasi” bersama Tubagus Arayyan, M.Pd.
Dalam sesi pembuka, Tubagus menjelaskan konsep dasar gamifikasi, yaitu penerapan elemen-elemen permainan dalam aktivitas non-permainan untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Ia menekankan bahwa gamifikasi bukan sekadar menambahkan poin atau lencana, tetapi lebih pada bagaimana elemen permainan dapat memicu respon positif dari peserta didik. Kata kunci utama dalam gamifikasi adalah "respon", di mana tujuan akhirnya adalah membuat siswa secara tidak sadar terlibat aktif dalam proses belajar melalui mekanisme permainan yang menarik.
Mengapa Gamifikasi dalam Pembelajaran Itu Penting?
Menurut Tubagus, gamifikasi dalam pembelajaran memiliki empat tujuan utama:
Meningkatkan motivasi: Membuat aktivitas belajar lebih menarik sehingga siswa lebih terdorong untuk terlibat.
Meningkatkan keterlibatan: Dengan desain yang tepat, siswa bisa lebih aktif berpartisipasi, baik secara individu maupun dalam kelompok, sementara guru berperan sebagai fasilitator.
Meningkatkan pembelajaran: Gamifikasi membantu membuat proses belajar lebih menyenangkan, efektif, dan sesuai dengan kemampuan siswa.
Mendorong perubahan perilaku: Dengan mekanisme penghargaan dan tantangan, siswa terdorong untuk mengadopsi kebiasaan belajar yang lebih baik.
Baca juga:
Kolaborasi Guru dan Orang Tua: Kunci Prestasi Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
Gamifikasi vs. Game Based Learning: Apa Bedanya?
Dalam sesi berikutnya, Tubagus menjelaskan perbedaan antara gamifikasi dan game based learning, yaitu:
Gamifikasi mengubah proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan elemen permainan seperti poin, tantangan, atau papan peringkat. Misalnya, dalam pembelajaran IPA tentang peredaran darah, guru bisa mengubah materi ini menjadi sebuah misi yang harus diselesaikan siswa.
Game based learning, di sisi lain, menggunakan permainan itu sendiri sebagai alat belajar. Misalnya, siswa bermain simulasi tentang peredaran darah untuk memahami konsepnya secara langsung.
Meskipun keduanya bertujuan meningkatkan keterlibatan siswa, pendekatan dan penerapannya berbeda.

Bagaimana Gamifikasi Meningkatkan Motivasi Belajar?
Kemudian Tubagus mengidentifikasi enam peran gamifikasi dalam meningkatkan motivasi belajar:
Memicu motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
Menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Memberikan umpan balik instan dan terukur.
Meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.
Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Memungkinkan pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan siswa.
Langkah-Langkah Implementasi Gamifikasi dalam Pembelajaran
Untuk menerapkan gamifikasi secara efektif, Tubagus menguraikan enam langkah strategis:
1. Analisis kebutuhan dan karakteristik siswa
Memahami gaya belajar, minat, serta preferensi teknologi siswa agar gamifikasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
2. Penetapan tujuan pembelajaran yang jelas
Menentukan tujuan yang spesifik, terukur, relevan, dan sesuai dengan kurikulum agar gamifikasi tetap memiliki arah yang jelas.
3. Desain sistem gamifikasi yang menarik
Memilih elemen gamifikasi yang sesuai, seperti poin, lencana, papan peringkat, level, tantangan, dan hadiah, agar siswa tetap termotivasi.
Baca juga:
Praktik Penguatan dan Restoratif (Reinforcement and Restorative Practice): Mengoreksi Sikap Buruk Siswa dengan Cara yang Positif
4. Pengembangan konten pembelajaran yang interaktif
Menggunakan video animasi, simulasi interaktif, kuis online, dan permainan edukatif untuk meningkatkan pengalaman belajar yang lebih menarik.
5. Implementasi dan monitoring
Menyampaikan aturan gamifikasi dengan jelas, memberikan bimbingan, serta memantau kemajuan siswa secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.
6. Evaluasi dan refleksi
Mengumpulkan umpan balik dari siswa dan guru, menganalisis kelebihan dan kekurangan gamifikasi, serta melakukan perbaikan agar implementasi berikutnya lebih optimal.
Kesimpulan: Gamifikasi sebagai Strategi Pembelajaran Masa Depan
Tubagus menegaskan bahwa gamifikasi bukan sekadar permainan, tetapi strategi pembelajaran dinamis yang terus berkembang. Dengan evaluasi dan optimalisasi yang berkelanjutan, gamifikasi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Simak penjelasan lebih lengkap mengenai “Next Level Learning! Mendesain Pembelajaran Berbasis Gamifikasi” dalam tayangan ulang workshop nasional berikut ini!
Tertarik dengan materi-materi yang serupa? Bergabunglah menjadi anggota GuruInovatif.id untuk mendapatkan akses ke berbagai materi pengembangan kompetensi guru lainnya.

Klik untuk gabung membership GuruInovatif.id
Penulis: Faqih | Penyunting: Putra